Ya..aku tau bahwa semua makhluk akan kembali kepada pemilik-Nya..
Ya..aku tau tak ada daya dan upaya bagi makhluk-Nya untuk menahan dari segala sesuatu yang akan diambil-Nya..
Ya..aku tau semua itu..
Dan kini semua itu terjadi pada ku, pada kami (sekeluarga) ketika ayah yang kami cintai harus pergi meninggalkan kami. Tak sempat aku mengucapkan kata maaf dan terima kasih kepadanya. Begitu menyesalnya aku ketika aku diberi kesempatan untuk bicara dengannya melalui airphone sulitnya ku ucapkan "ade sayang banget sama bapak" karena tak kuasa aku menahan air mataku yang akan tumpah dan suaraku yang bergetar. Terlebih lagi, betapa sedihnya aku ketika bapak tidak akan datang di wisuda kuliahku, menikmati gaji pertama pekerjaanku, menjadi wali pernikahanku, dan mendapat cucu dari pernikahanku.
Tiada ada telpon lagi yang bertanya, "dek, pulsanya masih ada?"
Tiada ada lagi yang dengan setia mengantarkan aku dengan motor tuanya ke stasiun.
Tiada lagi yang akan memberiku uang dan merelakannya di saat uang itu menjadi uang terakhirnya.
Tiada ada lagi tawa candanya di rumah.
Tiada ada lagi yang mengajak kami berjalan-jalan.
Tiada ada lagi yang akan memperbaiki barang-barang di rumah.
Ikhlas..
hanya itu yang bisa kami katakan, apakah melakukannya semudah mengatakannya?
sulit!!sangat sulit!!
Dan sampai saat ini aku pun tak tau apa aku sudah berlaku ikhlas? atau aku menganggap diriku sudah berlaku ikhlas saja?aku tak tau.. hatiku pun masih sulit untuk menjawabnya.
"Kalau saja bisa bilang kepada Allah jangan ambil bapak dulu..", itu yang ibuku bilang kepadaku.
Sulit sekali ku menjawabnya, apa yang harus ku katakan? Aku bingung..
Di sudut hatiku, ku juga ingin mengiyakan..Namun di sisi lain hatiku berkata, " langit dan bumi serta segala sesuatu beserta isinya semua kepunyaan milik Allah, dan kepada Allah lah semua akan kembali."
Ibu..hanya tinggal Ibu. Kami akan menjagamu bu dan terus mencintaimu karena Allah..
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu
